Mikroplastik ditemukan di Plasenta Bayi

Partikel mikroplastik telah ditemukan di plasenta bayi untuk pertama kalinya. Menurut para peneliti, ini adalah "masalah yang sangat memprihatinkan"

Dampak mikroplastik pada kesehatan masih belum diketahui, namun para ilmuwan mengatakan mikroplastik dapat membawa bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang atau mengganggu sistem kekebalan tubuh bayi

 

Mikroplastik ditemukan di plasenta dari empat wanita sehat yang memiliki kehamilan dan kelahiran normal

Mikroplastik terdeteksi di sisi janin dan ibu dari plasenta dan di selaput tempat janin berkembang

Hanya 4% dari seluruh plasenta yang dianalisa, namun telah ditemukan selusin partikel

Seluruh partikel yang dianalisis berwarna merah, oranye, biru, atau pink. Kemungkinan besar berasal dari kemasan produk, cat, kosmetik, dll.

 

Polusi mikroplastik telah mencapai setiap bagian planet ini, dari Gunung Everest hingga lautan terdalam

Manusia sudah mengonsumsi partikel mikroplastik melalui air, makanan, udara

 

Jangan sampai generasi penerus kita menjadi korban. Kita harus berubah dari sekarang

Gunakan barang-barang yang dapat digunakan berulang kali. Apabila sekali pakai, pilihlah produk yang kemasannya dapat dikompos

Daur ulang adalah pilihan terakhir, karena bagaimanapun, plastik tidak bisa terurai sepenuhnya, dan hanya akan menjadi mikroplastik



Sumber: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0160412020322297

https://www.theguardian.com/environment/2020/dec/22/microplastics-revealed-in-placentas-unborn-babies

Apa itu Climate Change?

Climate change tuh apa sih?

Climate change = perubahan iklim

 

Mahluk hidup pada dasarnya memproduksi gas rumah kaca secara alami, misal dari kotoran, fotosintesis, dll.

Namun sekarang manusia banyak melakukan aktifitas yang memproduksi gas secara berlebihan, seperti peternakan, transportasi, penumpukan sampah, dll.

Gas rumah kaca ini menjebak panas di atmosfer Bumi, alhasil Bumi semakin panas, dan iklim pun berubah

Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrim, naiknya air laut, kebakaran, dan masih banyak lagi bencana yang dapat terjadi apabila iklim berubah

Manusia diperkirakan akan punah tahun 2050 akibat perubahan iklim jika tidak bertindak sekarang

———————-

Apa yang dapat kita lakukan?

1. Menggunakan kendaraan umum

Sebagian besar gas rumah kaca adalah hasil pembakaran bahan bakar transportasi. Pesawat berada di no. 1 penghasil gas rumah kaca terbanyak.

Jadi, gunakanlah kereta / kapal saat berpergi jauh. Dan perbanyak penggunaan transportasi umum dibandingkan mobil / motor.

2. Mengurangi penggunaan listrik, plastik, dan konsumerisme secara keseluruhan

Untuk memproduksi sebuah produk, kita membutuhkan lahan dan bahan bakar. Produk apapun yang dibuat menggunakan mesin, pasti membutuhkan minyak bumi untuk bahan bakarnya.

Oleh karena itu sebaiknya kita mengurangi konsumsi produk, beli lah apa yang diperlu. Terlebih, kurangi penggunaan plastik & listrik.

3. Mengurangi konsumsi daging & minyak sawit

Sudah banyak lahan yang ditebang dan dibakar untuk peternakan hewan & kelapa sawit. Tidak hanya mengancam habitat hutan kita, tapi dengan mengurangnya pohon, tidak ada yang menyerap gas rumah kaca.

Selain itu, peternakan hewan memproduksi limbah yang sangat besar. Kotoran hewan ini menghasilkan gas rumah kaca yang termasuk paling berbahaya, yaitu metana.

4. Membeli produk lokal & organik

Dengan membeli produk lokal, kita mengurangi proses transportasi barang tsb. Membeli barang organik juga mengurangi penggunaan pestisida yang menghasilkan gas rumah kaca.

Selain itu, kita juga dapat mensejahterakan para produsen lokal.

5. Mengolah limbah makanan & mendaur ulang

Dalam setahun, kita membuang sekitar 1.3 triliun ton makanan. Sedangkan makanan yang kita buang langsung berakhir ke TPA, tidak terproses, alhasil mengeluarkan gas metana.

Nah, maka dari itu, sebaiknya kita mengolah limbah makanan kita dengan masak secukupnya, berikan/simpan apabila ada sisa, dan mengompos yang sudah tidak dapat dimakan.

Begitupun dengan sampah lainnya, kompos apa yang bisa kita kompos, dan daur ulang sesuai dengan jenisnya.

6. Menanam pohon

Tanamlah pohon agar gas rumah kaca yang telah diproduksi dapat diolah kembali menjadi oksigen.

 

Ini bukanlah sebuah pilihan lagi, kita harus berubah!